Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Bincang-bincang dengan Bapak Idris - Supir Klotok

Salut. Mungkin itulah ucapan yang patut kita berikan kepada Bapak Idris ini. Dengan kakinya yang kurang sempurna, beliau masih lincah bergerak untuk mengendalikan dan mengemudikan klotok. Beliau dibesarkan di Kuala Kapuas. Namun setelah menikah, beliau pindah ke Pulau Kupang dan menetap disana sampai sekarang. Sudah sepuluh tahun ini beliau menekuni pekerjaan sebagai supir klotok jurusan Kuala Kapuas - Pulau Kupang. Tarif reguler dari taksi ini adalah Rp 5.000 per orang. Tapi kalau kita mau carter klotok ini pulang pergi ke Pulau Kupang, kisaran tarifnya adalah dari Rp 50.000 sampai Rp 70.000 rupiah.

Beliau pernah mengantarkan orang ke Bahaur pulang pergi dengan ongkos Rp 400.000. Perjalanan ke Bahaur dari Kuala Kapuas ditempuh selama 2,5 jam melewati Terusan Tengah. Beliau hapal handil-handil yang ada diantara Sei Jangkit sampai Kuala Kapuas. Beliau berangkat pagi-pagi dan pulang paling lambat pukul 18.00 WIB ke rumah. Setiap hari sekitar 25 klotok yang pulang pergi antara Kuala Kapuas - Pulau Kupang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)