Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Festival Budaya Daerah Tingang Menteng Panunjung Tarung 2011

Tari Pamakan Batu
Festival ini dibuka pada hari Rabu, 9 Maret 2011 di Gedung Kesenian Gandang Garantung, Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas. Festival ini menampilkan berbagai jenis tarian dan lagu khas Kalimantan Tengah. Festival ini diikuti oleh berbagai sanggar tari dan sekolah-sekolah dilingkungan Kabupaten Kapuas. Admin mengunjungi Festival ini pada malam kedua. Diantara tarian yang ditampilkan pada malam kedua ini adalah Tari Pamakan Batu, Tari Tabuk Tiwah, dan Karungut. Para penonton sangat antusias mengikuti festival ini, hal ini dibuktikan ketika admin memasuki ruangan, semua kursi sudah penuh terisi.

Berikut ini adalah cuplikan video Tari Pamakan Batu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"