BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Rumah Betang di Desa Buntoi

Rumah betang ini dibangun tahun 1870 oleh Jalla, Kepala Desa Buntoi pada waktu itu. Rumah ini merupakan salah satu dari beberapa rumah betang yang terdapat di Kalimantan Tengah. Rumah ini dapat dijangkau dari Jembatang Pulang Pisau dengan perjalanan selama sekitar 21 menit (dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam). Setelah sampai di Puskesmas Pembantu Desa Buntoi, kita memasuki jalan setapak yang ada di seberangnya selama 6 menit menuju ke rumah betang. Kalau sudah sampai di pertigaan Desa Buntoi, belok ke kanan, maka sekitar 30 meter, kita sudah mencapai rumah ini.

Rumah ini juga dapat diakses melalui pelabuhan feri Mintin, Pulang Pisau. Rumah ini memiliki pelabuhan yang diperuntukkan bagi tamu yang datang melalui Sungai Kahayan.



Rumah ini sekarang dihuni oleh cicit dari Jalla, yaitu Udai dan Solon:


Rumah betang ini sudah dikenal secara nasional dan internasional ini dibuktikan dengan kunjungan dari berbagai daerah di nusantara bahkan berbagai negara seperti Rumania, Jepang, Taiwan, Jerman, Swiss dan lain-lain. Bahkan banyak penelitian yang mengikutsertakan rumah betang ini.

Menurut Bapak Udai, rumah betang ini sudah dua kali menjalani rehabilitasi, sehingga kondisinya tetap baik. Di dalam rumah ini kita bisa menemukan belanga-belanga, serta gong yang biasanya digunakan dalam acara adat Suku Dayak seperti Tiwah, Badewa dan lain-lain.

Berikut ini adalah silsilah rumah betang:


Mari kita kunjungi warisan budaya Kalimantan Tengah. Bagi warga Kabupaten Kapuas yang ingin mengunjungi tempat ini, hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Selamat berwisata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)