Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Semua umatku akan masuk surga (Nabi Muhammad SAW)

H. Nabhan, S.Ag, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selat, membuka Maulid Nabi Muhammad SAW di langgar Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. IXa ini dengan membacakan hadits yang berbunyi: Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya siapa yang tidak ingin masuk surga. Rasulullah menjawab, barangsiapa yang mematuhiku akan masuk surga dan barangsiapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dia adalah orang yang tidak mau masuk surga.

Banyak contoh-contoh amal yang beliau contohkan yang bisa mengantarkan kita menuju surga diantaranya adalah senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia, termasuk mereka yang pernah menyakiti kita, sebagaimana Rasulullah biasa diludahi oleh orang lain, namun beliau tetap bersikap baik padanya (akhlak Qur'ani). Selain itu adalah berbakti kepada kedua orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun sesudah mereka meninggal dunia, yaitu dengan mendo'akan mereka. Amal berikutnya yaitu shalat berjama'ah. Beliau menceritakan sebuah kisah lucu:

Seorang kaum masjid biasa menyeru kepada jama'ah untuk shalat subuh dengan seruan : Asholatu khairum minan naum (shalat lebih baik daripada tidur), bangun, bangun, bangun. Tetapi jama'ah masjid untuk shalat subuh tetap saja sepi. Pada suaru hari diwaktu subuh dia mengucapkan di pengeras suara : Api, api, api, api, api. Masyarakat di sekitar masjid kontan saja pada bangun dan bertanya kepada beliau dimana ada api? Dengan gamblangnya beliau menjawab: Kalau tidak pernah melaksanakan shalat maka akan masuk ke dalam api neraka.


Kegiatan maulid ini diawali dengan pembacaan Syair Maulid yang dibawakan oleh Maulid Habsyi Langgar Al-Inayah yang fotonya adalah sebagai berikut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)