Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Dokter PTT baru di Kabupaten Kapuas

Pada hari Selasa, 5 April 2011, Kabupaten Kapuas kedatangan 5 orang dokter pegawai tidak tetap (PTT) baru. Mereka akan bertugas diberbagai puskesmas selama satu tahun. Mereka berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Kristen Indonesia, Universitas Kristen Maratha, dan Universitas Padjajaran. Beberapa diantara mereka pernah menjadi dokter PTT sebelumnya di tempat yang lain. Adapun penempatannya adalah sebagai berikut:
  1. dr. Merry di Puskesmas Anjir Serapat
  2. dr. Clara Santi Trisnawati di Puskesmas Lupak
  3. dr. Robert Sihombing di Puskesmas Tamban Baru
  4. dr. Daniel Chandra di Puskesmas Tamban Catur
  5. dr. Ronald Leonardo di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"