The Salahuddin Generation (Serial 2) Perang Salib Pertama: Mengapa yang Runtuh Duluan Justru Kita?

Gambar
  Dalam Episode 2, Dr. Hassan Elwan mengajukan tesis yang “menyakitkan” tetapi penting: Yerusalem tidak jatuh pertama kali karena pasukan Salib lebih kuat atau lebih banyak—melainkan karena sesuatu di internal dunia Muslim sudah runtuh terlebih dahulu. Episode ini menelusuri Perang Salib Pertama dari mobilisasi Eropa, Nicaea, Dorylaeum, Antioch, Ma‘arra, hingga pembantaian Yerusalem tahun 1099—lalu menutupnya dengan pertanyaan tajam: mengapa orang-orang yang tulus terus kalah? 1) Kekuatan Paus dan mesin mobilisasi Eropa Dr. Hassan membuka dengan menjelaskan konteks Eropa abad pertengahan: meski terpecah secara politik, ada satu figur yang sangat dominan, yakni Paus —dipandang sebagai “otoritas tertinggi” yang ditaati, bahkan oleh para penguasa. Dari sinilah Perang Salib dipantik melalui seruan Paus Urban II di Clermont: gabungan retorika agama + janji keuntungan duniawi (tanah subur, harta, “milk and honey”). Intinya: mereka tidak hanya “marah”—mereka terorganisasi . 2) ...

21 Mei - World Day for Cultural Diversity for Dialogue and Development

Dalam rangka mengadopsi Deklarasi Universal UNESCO tentang Keanekaragaman Budaya pada bulan November 2011, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 21 Mei sebagai Dialog dan Pengembangan Keanekaragaman Budaya Sedunia ( Resolution 57/249). Hari ini memberikan kesempatan kepada kita untuk memperdalam pengertian tentang nilai-nilai Keanekaragaman Budaya dan belajar untuk "hidup bersama" dengan lebih baik. Inilah sebabnya mengapa UNESCO menghimbau kepada seluruh negara anggota, sebagaimana juga kepada masyarakat sipil untuk merayakan hari sedunia ini dengan melibatkan sebanyak mungkin aktor dan rekan. 

Sumber: UNESCO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas