Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

21 Mei - World Day for Cultural Diversity for Dialogue and Development

Dalam rangka mengadopsi Deklarasi Universal UNESCO tentang Keanekaragaman Budaya pada bulan November 2011, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 21 Mei sebagai Dialog dan Pengembangan Keanekaragaman Budaya Sedunia ( Resolution 57/249). Hari ini memberikan kesempatan kepada kita untuk memperdalam pengertian tentang nilai-nilai Keanekaragaman Budaya dan belajar untuk "hidup bersama" dengan lebih baik. Inilah sebabnya mengapa UNESCO menghimbau kepada seluruh negara anggota, sebagaimana juga kepada masyarakat sipil untuk merayakan hari sedunia ini dengan melibatkan sebanyak mungkin aktor dan rekan. 

Sumber: UNESCO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas