Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

14 Juni - Hari Donor Darah Sedunia





Berdasarkan informasi dari dr. Erny Indrawati, kepada Unit Transfusi Darah RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, kebutuhan darah untuk tiga bulan terakhir adalah 638 kantong, jadi sekitar 215 kantong per bulan, hampir sekitar 7 kantong per hari. Menjelang Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas sudah menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri Cabang Kapuas dan Polres Kapuas untuk melakukan kegiatan donor darah di instansi mereka masing-masing. Kegiatan seperti ini dapat membantu kebutuhan darah di rumah sakit dan mengurangi kegiatan percaloan darah.

Kegiatan Hari Donor Darah Sedunia ini mempunyai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan kerangka global untuk merayakan dan berterima kasih kepada orang-orang yang mendonorkan darahnya secara sukarela, untuk alasan membantu orang lain dan tanpa imbalan materi.
  • mempromosikan dan mendukung terbentuknya program donor darah nasional yang efektif dan menghilangkan ketergantung pada donor pengganti dan donor yang dibayar.
  • Mempromosikan dan mendukung kegiatan nasional untuk merayakan dan mempromosikan donor darah sukarela dengan jalan:
    • Mendorong donor sukarela untuk mendonorkan darahnya secara rutin
    • Mendorong orang-orang baru untuk mendonorkan darahnya tanpa bayaran
    • Mempromosikan perilaku resiko rendah sehingga darah mereka aman untuk didonorkan
  • Membangun kesadaran masyarakat yang lebih luas untuk mendonorkan darahnya secara teratur sepanjang tahun dalam rangka mempertahankan kebutuhan darah untuk semua pasien yang membutuhkan transfusi.
Sumber: World Health Organization

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas