The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Kunjungan Jama'ah dari India ke Kuala Kapuas

Jama'ah Tabligh dari India sebanyak 7 orang, berkunjung ke Kuala Kapuas, tepatnya di Masjid Riyadhul Jannah, Jalan K.S. Tubun, Kuala Kapuas. Kunjungan ini akan dilakukan selama tiga hari dalam rangka 4 bulan perjalanan dakwah mereka ke seluruh dunia. Mereka sudah melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah, seperti ke Buntok, Puruk Cahu dan lain-lain. Kegiatan tiga hari di Kuala Kapuas dimulai pada hari Sabtu - Senin, 18-20 Juni 2011.

Dalam kunjungan ini mereka mengajak para jama'ah di sekitar masjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah di masjid. Tadi malam, salah satu anggota rombongan, Muhammad Arif, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Langgar Al-Inayah. Admin diminta untuk menjadi penterjemah ketika beliau menyampaikan "bayan" (penjelasan tentang agama) kepada para jama'ah shalat Isya. Dalam bayan tersebut, beliau mengajak para jama'ah untuk memperbaiki iman kepada Allah SWT, meneladani kehidupan Rasulullah dan berusaha untuk meningkatkan amal dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Beliau juga mengajak para jama'ah untuk ikut serta dalam da'wah kepada manusia, sehingga kegiatan amar ma'ruf nahi mungkar dapat terlaksana dalam kehidupan masyarakat.

Muhammad Arif ini baru pertama kali melakukan perjalanan da'wah keluar negeri. Dia sudah menjalani 2 bulan dari 4 bulan yang direncanakan dalam melaksanakan kegiatan dakwah ini. Mengingat hanya beliau saja yang bisa berbahasa Inggris, maka rombongan ini didampingi oleh salah seorang anggota Jama'ah yang berasal dari Medan yang bisa menterjemahkan ucapannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas