The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Kapuas

Insya Allah pada hari Rabu, 13 Juli 2011 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh akan diselenggarakan kegiatan sunatan massal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Safari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Kabupaten Kapuas. Rencananya dalam kegiatan besok akan diadakan sunatan massal dan juga akan diadakan Metode Operasi Pria (Vasektomi) oleh tim dari provinsi. Sunatan massal akan diikuti oleh 50 anak dari berbagai wilayah di Kapuas. Tenaga kesehatannya berasal dari beberapa puskesmas di sekitar Kuala Kapuas dan dari rumah sakit. Kegiatan ini dimotori oleh PKK Kabupaten Kapuas. Semoga kegiatan ini akan berjalan dengan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas