Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Kapuas

Insya Allah pada hari Rabu, 13 Juli 2011 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh akan diselenggarakan kegiatan sunatan massal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Safari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Kabupaten Kapuas. Rencananya dalam kegiatan besok akan diadakan sunatan massal dan juga akan diadakan Metode Operasi Pria (Vasektomi) oleh tim dari provinsi. Sunatan massal akan diikuti oleh 50 anak dari berbagai wilayah di Kapuas. Tenaga kesehatannya berasal dari beberapa puskesmas di sekitar Kuala Kapuas dan dari rumah sakit. Kegiatan ini dimotori oleh PKK Kabupaten Kapuas. Semoga kegiatan ini akan berjalan dengan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"