The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Laporan Jambore Nasional di Danau Wisata Teluk Gelam OKI

Bardasarkan informasi yang diperoleh dari Bapak Suwarno, M.Pd, berbagai macam kegiatan diikuti oleh kontingen Kalimantan Tengah dalam Jambore ini yaitu 8 jenis kegiatan perkemahan, 18 jenis kegiatan rotasi, 7 kegiatan "scoutting skill", 6 kegiatan "go green", wisata 2 di 2 sub camp, 8 kegiatan nonrotasi dan 5 kegiatan khusus. Selain itu juga ada kegiatan Giat pembina lokakarya dengan menpora, galang ajar, tamu pembina, pelatihan SKU dengan pusdiklatnas. Seluruh kegiatan diikuti oleh kontingen cabang karena pengaturannya ada yang perorangan dan ada juga yang peregu. Pada tanggal 7 Juli 2011 nanti, Kapuas tampil "live" musik dan tari tradisional di pentas Jambore Nasional mewakili Kalimantan Tengah dan mengikuti pertemuan dengan pramuka se-Asia Pasifik.

Kontingen Kwarcab Kapuas mengirimkan 16 penggalang putri, 17 penggalang putra, 4 bindam dan 37 tim pendukung. Rombongan ini dilepas oleh Bapak Bupati Kapuas pada tanggal 28 Juni 2011 di Stadion Panunjung Tarung. Pelepasan oleh Bapak Gubernur Kalimantan Tengah dilakukan pada tanggal 30 Juni 2011 yang lalu di Palangka Raya.

Kegiatan Jambore Nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun ini diselenggarakan di Danau Wisata Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas