Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Ngabuburit With Book

Kegiatan Ngabuburit With Book
Arti dari Ngabuburit With Book adalah "menunggu waktu berbuka puasa bersama dengan buku". Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Yayasan Muslimah Smart yang ingin memberikan alternatif kegiatan bagi para generasi muda dalam menunggu waktu berbuka puasa. Acara menunggu waktu sahur ini dilaksanakan di depan sekretariat Yayasan Muslimah Smart yaitu di Jalan Grogol Jaya VIII No. 14, Depok, Jawa Barat.


Tenda untuk kegiatan ini pada awalnya cuma ingin dipinjam sebentar saja, tapi karena puasa ini orang pada males membongkar tenda, akhirnya direncanakan tenda ini tetap dipasang sepanjang Ramadhan. Ketika hari pertama kegiatan ini dilaksanakan, sudah ada donatur yang menelpon Katrina, pengelola program ini, yang menawarkan, apakah lebih baik disediakan kotak atau lemari untuk meletakkan buku-buku. Katrina lebih memilih lemari, karena dapat diberi roda dan dapat didorong kemana-mana.

Alternatif kegiatan seperti ini perlu juga dipikirkan bagi para remaja di Kapuas, mengingat selama ini, generasi muda banyak menghabiskan waktu mereka dengan nongkrong di pinggir jalan, naik motor muter-muter di jalanan dan lain-lain. Bila kegiatan alternatif ini diminati oleh para remaja, tentu hal ini dapat menjadi satu pelajaran yang berharga dalam mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas