Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ngabuburit With Book

Kegiatan Ngabuburit With Book
Arti dari Ngabuburit With Book adalah "menunggu waktu berbuka puasa bersama dengan buku". Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Yayasan Muslimah Smart yang ingin memberikan alternatif kegiatan bagi para generasi muda dalam menunggu waktu berbuka puasa. Acara menunggu waktu sahur ini dilaksanakan di depan sekretariat Yayasan Muslimah Smart yaitu di Jalan Grogol Jaya VIII No. 14, Depok, Jawa Barat.


Tenda untuk kegiatan ini pada awalnya cuma ingin dipinjam sebentar saja, tapi karena puasa ini orang pada males membongkar tenda, akhirnya direncanakan tenda ini tetap dipasang sepanjang Ramadhan. Ketika hari pertama kegiatan ini dilaksanakan, sudah ada donatur yang menelpon Katrina, pengelola program ini, yang menawarkan, apakah lebih baik disediakan kotak atau lemari untuk meletakkan buku-buku. Katrina lebih memilih lemari, karena dapat diberi roda dan dapat didorong kemana-mana.

Alternatif kegiatan seperti ini perlu juga dipikirkan bagi para remaja di Kapuas, mengingat selama ini, generasi muda banyak menghabiskan waktu mereka dengan nongkrong di pinggir jalan, naik motor muter-muter di jalanan dan lain-lain. Bila kegiatan alternatif ini diminati oleh para remaja, tentu hal ini dapat menjadi satu pelajaran yang berharga dalam mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"