Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Ngabuburit With Book

Kegiatan Ngabuburit With Book
Arti dari Ngabuburit With Book adalah "menunggu waktu berbuka puasa bersama dengan buku". Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Yayasan Muslimah Smart yang ingin memberikan alternatif kegiatan bagi para generasi muda dalam menunggu waktu berbuka puasa. Acara menunggu waktu sahur ini dilaksanakan di depan sekretariat Yayasan Muslimah Smart yaitu di Jalan Grogol Jaya VIII No. 14, Depok, Jawa Barat.


Tenda untuk kegiatan ini pada awalnya cuma ingin dipinjam sebentar saja, tapi karena puasa ini orang pada males membongkar tenda, akhirnya direncanakan tenda ini tetap dipasang sepanjang Ramadhan. Ketika hari pertama kegiatan ini dilaksanakan, sudah ada donatur yang menelpon Katrina, pengelola program ini, yang menawarkan, apakah lebih baik disediakan kotak atau lemari untuk meletakkan buku-buku. Katrina lebih memilih lemari, karena dapat diberi roda dan dapat didorong kemana-mana.

Alternatif kegiatan seperti ini perlu juga dipikirkan bagi para remaja di Kapuas, mengingat selama ini, generasi muda banyak menghabiskan waktu mereka dengan nongkrong di pinggir jalan, naik motor muter-muter di jalanan dan lain-lain. Bila kegiatan alternatif ini diminati oleh para remaja, tentu hal ini dapat menjadi satu pelajaran yang berharga dalam mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas