Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Nikmatnya Berpuasa

Ceramah ini disampaikan oleh Drs. Rusli Imus pada kegiatan Ramadhan On Air di Radio Star 107 FM pada hari Selasa, 2 Agustus 2011. Rasulullah bersabda: Bagi orang yang berpuasa ada dua kesenangan, ketika dia berbuka dan ketika bertemu dengan Allah SWT. Orang senang berbuka, karena sepanjang hari tidak makan dan minum. Orang tahu nilai makanan ketika makanan tidak ada. Demikian juga dengan kesehatan yang baru dihargai ketika orang sedang sakit. Ungkapan: kesehatan itu bagaikan mahkota yang terletak diatas kepada seseorang, dia tidak dapat melihatnya. Dia melihatnya ketika sedang sakit. Lapar fisik adalah lapar ketika makan tiba. Ketika lapar, dia bisa menerima makanan apapun. Sensasi lapar terasa di perutnya. Dia tidak harus makan pada saat itu, artinya dapat dikendalikan. Dia berhenti makan setelah kenyang. Lapar emosi, menginginkan makanan tertentu. Muncul dipikirannya. Muncul dari mulut, dari hasrat yang kuat, sehingga dia mencari makanan. Rasa lapar bisa muncul karena frustasi. Ketika makan dia melamun. Dia sulit berhenti makan, apalagi kalau sedang ada pikiran yang aneh-aneh. Dia merasa bersalah sesudah makan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas