Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Nikmatnya Berpuasa

Ceramah ini disampaikan oleh Drs. Rusli Imus pada kegiatan Ramadhan On Air di Radio Star 107 FM pada hari Selasa, 2 Agustus 2011. Rasulullah bersabda: Bagi orang yang berpuasa ada dua kesenangan, ketika dia berbuka dan ketika bertemu dengan Allah SWT. Orang senang berbuka, karena sepanjang hari tidak makan dan minum. Orang tahu nilai makanan ketika makanan tidak ada. Demikian juga dengan kesehatan yang baru dihargai ketika orang sedang sakit. Ungkapan: kesehatan itu bagaikan mahkota yang terletak diatas kepada seseorang, dia tidak dapat melihatnya. Dia melihatnya ketika sedang sakit. Lapar fisik adalah lapar ketika makan tiba. Ketika lapar, dia bisa menerima makanan apapun. Sensasi lapar terasa di perutnya. Dia tidak harus makan pada saat itu, artinya dapat dikendalikan. Dia berhenti makan setelah kenyang. Lapar emosi, menginginkan makanan tertentu. Muncul dipikirannya. Muncul dari mulut, dari hasrat yang kuat, sehingga dia mencari makanan. Rasa lapar bisa muncul karena frustasi. Ketika makan dia melamun. Dia sulit berhenti makan, apalagi kalau sedang ada pikiran yang aneh-aneh. Dia merasa bersalah sesudah makan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)