DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Jatuh Bangun UEP Ponpes Al-Amin

Tetap bersemangat, mungkin istilah yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dijalankan oleh Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas. Sudah berbagai macam kegiatan usaha produktif yang dilaksanakan oleh pondok ini, diantaranya adalah:
  1. Penggemukan Sapi
  2. Budidaya Ayam Arab
  3. Ternak Kambing
  4. Pembuatan Telur Asin
  5. Budidaya Ikan Patin
  6. Penggilingan Padi
  7. Budidaya Ikan Nila
  8. Bengkel Sepeda dan Sepeda Motor
  9. Ternak Itik
  10. Menanam melon, kacang panjang, padi
  11. Pembuatan krupuk slondok
Diantara semua kegiatan diatas, yang masin bertahan adalah:
  1. Ternak kambing (bantuan PT. ASTRA)
  2. Ternak itik (bantuan Departemen Agama)
  3. Pembuatan telur asin (bantuan PT. PLN Cabang Kapuas)
  4. Penggilingan padi (bantuan LM3)
  5. Budidaya patin (bantuan dari Desa Anjir Palambang)
  6. Bengkel sepeda motor (bantuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Kapuas)
 Jatuh bangunnya pengelolaan UEP telah membuat para guru dan murid menjadi tahan banting. Mereka tetap menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan mengelola bantuan-bantuan yang diberikan kepada mereka. Saat ini pihak pondok pesantren sedang mengupayakan agar ada dana yang bisa dimanfaatkan untuk membangun asrama untuk para santri yang menginap di pondok pesantren yang jumlahnya bisa mencapai 80-an orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"