Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Listrik swasta di Desa Jangkang berhenti beroperasi

Sudah beberapa bulan ini, masyarakat di Desa Jangkang tidak lagi bisa menikmati listrik swasta. Hal ini diakibatkan karena pihak yang mengoperasikan mesin diesel ini mengalami kerugian akibat kurangnya pelanggan listrik serta banyaknya pelanggan yang menunggak tagihan listrik. Ditambah lagi dengan mahalnya harga bahan bakar minyak di daerah ini. Untuk bensin saja, harganya bisa mencapai Rp 7.000 di eceran.

Karena listrik swasta ini tidak lagi beroperasi, masyarakat kembali ke cara lama, yaitu menggunakan gensel untuk menyalakan listrik. Biasanya genset ini hanya dinyalakan dari Maghrib sampai menjelang tengah malam untuk menghemat bahan bakar. Biasanya beberapa rumah patungan untuk membiayai bahan bakarnya. Bahkan mereka yang tinggal dibarak bisa juga menikmati listrik dari genset pribadi ini, asal bersama-sama menanggung bahan bakarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"