Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Relawan PMI Kabupaten Kapuas membersihkan pasar

Relawan PMI Kabupaten Kapuas sedang mengangkat sampah (With courtesy from PMI Kabupaten Kapuas)
Pada hari Sabtu, 24 September 2011 bertempat di Pasar Sari Mulya dan sekitarnya, para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas dan anggota Palang Merah Remaja mengadakan kegiatan bersih-bersih pasar. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari mengingat lokasi pasar sudah agak sepi pada saat tersebut. Kegiatan membersihkan pasar ini juga dibantu oleh tenaga kebersihan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas.Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PMI ke-66. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu mempertahankan status Adipura yang telah diraih oleh Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"