BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Non-smoking dan Smoking Area di Bandara Soekarno Hatta

Larangan merokok di Bandara Soekarno Hatta
Pada hari Selasa, 8 November 2011 bertempat di Bandara Soekarno Hatta, admin menegur seorang yang akan merokok di tempat yang dilarang merokok dengan mengatakan, "Maaf Pak, disini dilarang merokok, nanti Bapak bisa didenda 50 juta". Orang tersebut agak gemetar dan langsung menurunkan rokok yang akan dinyalakannya. Rupanya tanda larangan merokok diatas cukup efektif dalam mengurangi jumlah orang yang merokok di tempat menunggu bandara Soekarno Hatta.
Tempat merokok di Bandara Soekarno Hatta
Selain melarang, pihak bandara juga menyediakan tempat untuk merokok yang terletak di tempat menunggu taksi luar kota atau daerah dekat ruang tunggu bis Damri. Sayangnya tempat merokok ini tepat berada di depan mushola.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)