Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Drum Band Bahana Gita Praja Kabupaten Kapuas



Drum band ini diresmikan oleh Bupati Kapuas pada tanggal 18 Maret 2009. Pada awal berdirinya, drum band ini memiliki 70 orang personil dari SMPN 4 Kuala Kapuas. Pembina drum band ini adalah Ibu Aliyah Mawardi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas. Keberadaan drum band ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk melakukan aktivitas yang positif, sehingga dapat terhindar dari perilaku yang dapat merusak dan menjerumuskan generasi muda.

Drum band ini pernah mengikuti perlombaan marching band yang diselenggarakan diberbagai kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, marching band ini selalu tampil dalam kegiatan Ulang Tahun Kota Kuala Kapuas di kantor Bupati Kapuas.

*Disarikan dari berbagai sumber

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)