Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Taman Baru di Bundaran Besar

Taman di pinggir bundaran besar
Setelah tahun lalu berhasil menyelesaikan patung orang utan di bundaran besar, maka pada tahun 2011 ini pemerintah daerah kembali melanjutkan pembangunan taman di bundaran dengan maskotnya adalah patung perahu. Taman yang dilengkapi dengan dengan tulisan Kuala Kapuas ini sebenarnya merupakan awal dari tulisan yang sudah ada sebelumnya yaitu Kota Air yang terletak dalam satu baris.

Bila kita berkendara di malam hari di bundaran besar, dari arah Banjarmasin ke Palangka Raya, kita akan membaca tulisan Kuala Kapuas Kota Air dibagian kiri dari bundaran. Taman diatas dihiasi dengan lampu dengan warna yang berbeda-beda. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)