Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Jalan berlubang di Desa Teluk Palinget

Lubang di tengah jalan yang digenangi air di Desa Teluk Palinget
Bila kita menuju ke arah Palingkau, Kecamatan Kapuas Murung, setelah melewati Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, maka kita akan berhadapan dengan jalan berlubang yang dipenuhi dengan genangan air. Di musim hujan ini kondisi jalan ini makin parah, karena penambalan jalan sementara dengan menggunakan tanah justru mengakibatkan jalan ini makin becek dan lubang yang tadinya sudah ditutup sekarang menganga kembali. Kendaraan roda dua dan roda empat harus berhati-hati ketika melewati jalan ini.

Bila cuaca panas maka jalan ini cuma tampak berlubang saja. Lubang ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, namun perbaikan yang dilakukan baru berupa tambalan sementara dengan menggunakan tanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)