BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Kebut-kebutan hampir memakan korban

Bundaran kecil yang sering dijadikan sebagai tempat ngebut-ngebutan
Pada hari Jum'at, 20 Januari 2012 di sekitar bundaran kecil, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas setelah shalat Jum'at berlangsung kebut-kebutan. Kegiatan ini hampir setiap minggu dilakukan oleh para remaja di sekitar bundaran kecil sampai ke lampu merah di pertigaan Tambun Bungai dan Ahmad Yani. Karena mereka sudah pulang lebih dahulu sebelum jama'ah lain keluar dari masjid, maka kondisi jalan masih agak sepi. Kondisi sepi ini mereka manfaatkan untuk kebut-kebutan di jalan tersebut.

Siang ini, seorang pegawai negeri sipil yang akan masuk kantor di sekitar bundaran kecil tersebut, hampir saja tertabrak oleh para remaja yang sedang kebut-kebutan tersebut. Sang ibu langsung meminta kepada admin untuk memberi tahu polisi lalu lintas mengenai hal ini. Admin langsung menghubungi Polsek Kota Selat yang terletak di Jalan Maluku, Kuala Kapuas. Ketika polisi mendengarkan keluhan tersebut, mereka menjawab bahwa sudah ada anggota yang meluncur ke tempat tersebut.

Sang ibu menyayangkan ketiadaan polisi lalu lintas di lokasi kebut-kebutan tersebut. Bukankah kejadian ini sudah sering dilakukan oleh para remaja, tapi mengapa tidak ada tindakan antisipatif yang dilakukan oleh pihak polisi lalu lintas. Bila terjadi kecelakaan, maka banyak masalah yang akan timbul. Semoga hal ini dapat diperhatikan oleh pihak polisi lalu lintas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)