Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pasar H. Said (Pasar Sari Mulia) mulai dibangun kembali

Pembangunan Pasar H. Said sedang berlangsung
Pasar H. Said yang ikut terbakar pada kebakaran yang lalu, sekarang mulai dibangun kembali. Rupanya pembicaraan antara Bupati dengan para pedagang belum menghasilkan kesepakatan, sehingga pembangunan pasar kembali berlangsung seperti semula. Pembangunan kembali pasar ini dilakukan dengan menggunakan kayu, sehingga kerentanan terhadap kebakaran tetap tinggi.
Para pedagang ayam menggunakan Jalan Melati untuk berjualan
Para pedagang yang biasa berjualan di Pasar H. Said ini sekarang menggunakan Jalan Melati sebagai tempat mereka berjualan.
Sedangkan kios-kios sementara yang dibangunkan oleh Pemda Kapuas masih belum digunakan. Kios-kios sementara ini menempati Jalan Anggrek dan Jalan Mawar.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)