The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Paviliun RSUD hampir selesai

Paviliun tampak depan
Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah menampakkan bentuknya. Mengingat dana yang tersedia pada tahap pertama ini baru mendekati setengah dari dana yang diperlukan, maka bangunannya pun hanya setengah bagian depan saja yang dikerjakan oleh kontraktor Waskita. Ketika admin berkunjung ke paviliun ini pada hari Jum'at, 6 Januari 2012, para pekerja sedang menyelesaikan tangga untuk mendorong pasien dan memasang instalasi listrik serta lampu-lampu ruangan.

Menurut keterangan yang admin peroleh dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, paviliun ini direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun ini, sementara menyelesaikan pembangunan tahap yang kedua.

Maket paviliun
 Bangunan yang ada pada saat ini memang agak berbeda dengan maketnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat keterbatasan dana yang tersedia. Meskipun paviliun ini belum selesai seratus persen, tapi Bank Mandiri sudah mulai membangun ATM-nya di depan paviliun ini.
Persiapan ATM Mandiri di depan paviliun RSUD
Diharapkan ketika paviliun ini sudah mulai beroperasi maka di depannya sudah ada dua buah ATM yaitu ATM BNI yang sudah ada terlebih dahulu dan ATM Mandiri. Masih banyak yang harus dipersiapkans sebelum bangunan ini dioperasionalkan, misalnya masalah parkir yang harus disediakan. Begitu juga dengan peralatan untuk masing-masing ruangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas