Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Paviliun RSUD hampir selesai

Paviliun tampak depan
Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah menampakkan bentuknya. Mengingat dana yang tersedia pada tahap pertama ini baru mendekati setengah dari dana yang diperlukan, maka bangunannya pun hanya setengah bagian depan saja yang dikerjakan oleh kontraktor Waskita. Ketika admin berkunjung ke paviliun ini pada hari Jum'at, 6 Januari 2012, para pekerja sedang menyelesaikan tangga untuk mendorong pasien dan memasang instalasi listrik serta lampu-lampu ruangan.

Menurut keterangan yang admin peroleh dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, paviliun ini direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun ini, sementara menyelesaikan pembangunan tahap yang kedua.

Maket paviliun
 Bangunan yang ada pada saat ini memang agak berbeda dengan maketnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat keterbatasan dana yang tersedia. Meskipun paviliun ini belum selesai seratus persen, tapi Bank Mandiri sudah mulai membangun ATM-nya di depan paviliun ini.
Persiapan ATM Mandiri di depan paviliun RSUD
Diharapkan ketika paviliun ini sudah mulai beroperasi maka di depannya sudah ada dua buah ATM yaitu ATM BNI yang sudah ada terlebih dahulu dan ATM Mandiri. Masih banyak yang harus dipersiapkans sebelum bangunan ini dioperasionalkan, misalnya masalah parkir yang harus disediakan. Begitu juga dengan peralatan untuk masing-masing ruangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"