Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Persiapan MTQ Kalteng 2012

Pada hari Rabu, 4 Januari 2012 bertempat di Aula Pemda Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas diselenggarakan kegiatan rapat persiapan MTQ Kalteng Tahun 2012. Beberapa hasil dari rapat ini adalah sebagai berikut:
  • Dana MTQ sekitar 8 milyar rupiah
  • Baliho akan dipasang di tempat-tempat strategis seperti perbatasan Kapuas dengan Kalsel dan Pulang Pisau
  • Trofi direncanakan dibuat dari getah nyatu
  • Tempat-tempat pelaksanaan perlombaan:
    • Tartil dan tilawah anak-anak - Al Mukaram
    • Remaja - utama
    • MHQ - Riyadhul Jannah
    • Tafsir - Lawang Kameloh
    • Kaligrafi - GOR Panunjung Tarung
    • Fahmil dan Syahril - Gandang Garantung
    • Rapat Orientasi Dewan Hakim - Aula BPMD
    • Technical Meeting - Aula Kementerian Agama
    • Rapat Kejuaraan - Rumah Makan Eka Sari
  • Kesehatan
    • Posko 1 x 24 jam
    • Setiap pemondokan ada petugas yang bertanggung jawab
  • Sekretariat di samping Polsek Selat Tengah, sudah dipasang alat komunikasi, logo sudah disepakati. Buku panduan sedang dalam proses. Jadwal kegiatan masih koordinasi dengan provinsi. Jumlah peserta belum dipastikan apakah 70 / 80 orang per kafilah
  • Ada 31 pemondokan (diperkirakan 100 orang per kabupaten), dimasing-masing pondokan disiapkan pemandu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"