Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Nasehat Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc - Hafiz Qur'an

Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc
Perbincangan dengan Ustadz Abdul Aziz, Lc ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Maret 2012 di Wisata Kuliner, Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara. Dalam perbincangan ini ustadz Abdul Aziz menyampaikan bahwa seharusnya setoran hafalan Qur'an dilakukan setiap hari dan itu dilakukan secara "talaqi" (berhadapan langsung dengan hafiz Qur'an).

Beliau juga menyampaikan bahwa dari berbagai metode untuk menghapalkan Qur'an, semuanya akan kembali pada prinsip bahwa semua itu membutuhkan keseringan dalam mengulang hapalan. Itulah sebabnya mengapa diadakan kegiatan Mukhayam Qur'an atau Yaum ma'al Qur'an, hal itu dilakukan untuk membiasakan diri kita dengan Qur'an.

Beliau mengharapkan agar kita bisa seperti negara Sudan, dimana para penduduknya, baik itu supir, tukang sayur, pejabat negara, pengusaha, semuanya hapal Qur'an. Pesan yang diperoleh dari Gaza adalah bagaimana ilmu yang diperoleh mengenai menghapal Qur'an disana dapat diterapkan di Indonesia. Jadi kita jangan bangga saja bahwa di Gaza mereka bisa menghapalkan Qur'an dengan cepat. Bagaimana dengan kita?

Komentar

  1. subhanalloh,semoga nasihat-nasihat beliau senantiasa mendampingi semangat aktifitas ber-Al Qur'an kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas