Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Nasehat Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc - Hafiz Qur'an

Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc
Perbincangan dengan Ustadz Abdul Aziz, Lc ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Maret 2012 di Wisata Kuliner, Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara. Dalam perbincangan ini ustadz Abdul Aziz menyampaikan bahwa seharusnya setoran hafalan Qur'an dilakukan setiap hari dan itu dilakukan secara "talaqi" (berhadapan langsung dengan hafiz Qur'an).

Beliau juga menyampaikan bahwa dari berbagai metode untuk menghapalkan Qur'an, semuanya akan kembali pada prinsip bahwa semua itu membutuhkan keseringan dalam mengulang hapalan. Itulah sebabnya mengapa diadakan kegiatan Mukhayam Qur'an atau Yaum ma'al Qur'an, hal itu dilakukan untuk membiasakan diri kita dengan Qur'an.

Beliau mengharapkan agar kita bisa seperti negara Sudan, dimana para penduduknya, baik itu supir, tukang sayur, pejabat negara, pengusaha, semuanya hapal Qur'an. Pesan yang diperoleh dari Gaza adalah bagaimana ilmu yang diperoleh mengenai menghapal Qur'an disana dapat diterapkan di Indonesia. Jadi kita jangan bangga saja bahwa di Gaza mereka bisa menghapalkan Qur'an dengan cepat. Bagaimana dengan kita?

Komentar

  1. subhanalloh,semoga nasihat-nasihat beliau senantiasa mendampingi semangat aktifitas ber-Al Qur'an kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"