Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pandu Diabetes Kapuas terus bersiap



Kesungguhan Pandu Diabetes Kapuas patut diacungi jempol mengingat semangat mereka dalam berlatih sangat tinggi. Sebelumnya latihan senam untuk persiapan lomba pandu diabetes dilakukan setelah senam diabetes setiap hari Jum'at. Tapi sekarang diluar hari Jum'at pun mereka terus berlatih. Latihan dilakukan di lapangan parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Sebagai bagian dari Persatuan Diabetesi Indonesia, keberadaan pandu diabetes dapat memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya olahraga. Olahraga yang dilakukan oleh para diabetisi ini dapat dikategorikan sebagai olahraga yang "low impact". Sehingga lansia banyak yang terlibat dalam senam diabetes ini.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"