Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pasar Darurat Sari Mulia

Pasar darurat yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas untuk tempat sementara bagi para pedagang untuk berjualan sudah cukup lama berjalan. Keberadaan pasar yang menempati ruas tengah dari jalan-jalan yang ada di pasar, cukup menyesakkan pasar yang ada. Arus kendaraan pun juga tidak bisa sebebas dulu lagi. Banyak tempat parkir yang kewalahan menampung banyak motor yang ingin diparkir mengingat mereka tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan ke tengah pasar sebagaimana biasa.

Keberadaan pasar darurat ini kembali menggairahkan perdagangan di Pasar Sari Mulia. Baik para pedagang maupun para pembeli sudah kembali terlibat dalam transaksi jual beli. Kondisi pasar yang agak sesak ini pun tidak lagi menjadi masalah bagi mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas