Oleh: Guru Parhani
Syarat sah shalat:
- Suci dari hadats
- Suci dari najis (tiap-tiap sesuatu yang kotor yang menghalangi sah-nya shalat)
- Islam ingin umatnya hidup dalam keadaan bersih
- Kebersihan adalah pelajaran dari ibadah shalat
- Shalat tidak sah kalau kita tidak bersih
- Diluar shalat pun ajaran ini harus kita pakai, berbekas dalam perilaku kita
- Allah bersih dan suka bersih
- Kebersihan adalah sebagian dari iman
- Bersih lahiriah: pakaian, tubuh
- Bersih batin: tidak ada dendam, tidak ada hasad/dengki, tidak ada perasaan sombong (Allah tidak hanya memandang luar saja, tapi dalamnya juga dilihat)
- Shalat membiasakan kita bersih lahiriah dan batiniah.
- Najis hisyi (memang bendanya yang najis) : kotoran manusia, kotoran binatang. Cara membersihkannya adalah dengan menghilangkan benda dan sifat najisnya (bau, warna), bangkai (kulitnya halal dengan disamak). Bangkai yang dimaafkan: bangkai nyamuk, semut, lalat, cicak.
- Najis ma'nawi (najis hukum) : barangnya tidak najis, hukumnya sama dengan najis: dibawa haram, mencegah diterimanya suatu ibadah. Contohnya: uang yang kita dapatkan dari jalan tidak halal.
- Menutup aurat
- Umat Islam harus mampu menutup dari segala yang aib. Sehingga tidak ada aib yang terlihat dari diri kita.
- Menghadap kiblat
- Umat Islam supaya hidup satu arah, satu tujuan yaitu mencari ridho Allah ta'ala.
- Mengetahui masuk waktu
- Umat Islam harus bisa menghargai waktu.
- Waktu adalah umur.
- Waktu tidak akan berulang.
- Allah bersumpah dalam Qur'an: Demi Masa
Shalat kalau betul-betul dikerjakan, mampu membentuk diri manusia yang baik. Setelah shalat, kesannya harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!