The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan
Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...
Pasti rami banar acaranya... sukses deh buat kapuas dan live streamingnya
BalasHapusMalam pmbukaan ini ada siaran live-ny ga?
BalasHapus@Maila: malam pembukaan ada live-nya tapi sayang suaranya sangat kecil, sehingga tidak sebanding dengan rekamannya
BalasHapusbintang tamu Hadad Alwi dan kawan2 life nya kaga ada?
BalasHapus@cowo gaul: kebetulan waktu Haddad Alwi mulai, batas rekaman di Ustream sudah terlewati sehingga tidak bisa direkam lagi.
BalasHapus