The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Perbaikan Jalan Berujung Musibah

Truk terguling di Anjir Pasar
Pada hari Jum'at, 13 April 2012 ketika admin melewati Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tepat di tempat dibuatnya gorong-gorong tampak ada sebuah truk yang terguling. Kondisi ini sungguh ironis, tergulingnya truk ini justru terjadi ditempat dimana jalan sedang diperbaiki atas bantuan dari AusAID. Kondisi ini mengingatkan pemerintah daerah bahwa bila kejadian ini merupakan kelalaian dari pihak pemerintah, maka bukan tidak mungkin pemerintah dapat dituntut. Meskipun dari pihak truk juga harus dilihat apakah muatan yang dibawa melebih kapasitas angkut atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas