Menyusuri Kubah Guru Hamdi di Handel II Pangkalan Sari: Jejak Seorang Qori dan Pendiri Pesantren di Basarang

Gambar
  Musholla Miftahussalam Oleh: Jum'atil Fajar | Informasi Kapuas Di berbagai pelosok Kabupaten Kapuas masih tersimpan jejak para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam dan pendidikan keagamaan. Sayangnya, tidak semua kisah mereka terdokumentasikan dengan baik. Salah satu jejak tersebut adalah Kubah Guru Hamdi yang berada di Handel II, Desa Pangkalan Sari, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah . Rasa penasaran terhadap tempat ini membawa saya melakukan perjalanan singkat pada Minggu, 14 Juni 2026, saat dalam perjalanan dari Pulang Pisau menuju Kuala Kapuas. Berawal dari Sebuah Papan Petunjuk Ketika melintas di Jalan Trans Kalimantan, saya berbelok ke kiri menuju kawasan Desa Bungai Jaya. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan melewati Poskesdes Bungai Jaya. Tidak lama kemudian saya tiba di sebuah perempatan jalan. Di sana terdapat sebuah papan petunjuk bertuliskan "Kubah Guru Hamdi" lengkap dengan tanda pana...

Jalan Yang Lurus



Oleh: Ustadz Suriani Jiddy

Ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia, janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang akan memecah belah kamu.

Apakah jalan yang lurus itu. Ini dijelaskan Allah dalam surat Al-Fatihah: Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat …

Siapa orang-orang yang telah diberi nikmat? Mereka adalah para Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Shalihin.

Jalan yang lurus adalah:
  • Jalan para Nabi – Tauhid karena semua Nabi dan Rasul diutus Allah SWT untuk menegakkan kalimat tauhid. Syariat bisa berbeda-beda. Seluruh Nabi dan Rasul kecuali Nabi Muhammad diutus kepada kaumnya saja. Rasulullah SAW adalah rahmatan lil ‘alamin, kaafatan linnaasi. Rasulullah menghapus atau menyempurnakan syariat terdahulu.

Dan telah kami utus kepada setiap umat seorang rasul, tugasnya tauhid – sembahlah Allah dan jauhilah taghut.

Kaum Tsamud mendustakan para rasul. Kenapa rasul disini disebut dalam bentuk jamak padahal yang diutus kepada mereka hanya Nabi Shaleh? Karena risalah para rasul adalah sama. Jadi ketika suatu kaum mendustakan rasulnya maka sesungguhnya mereka sudah mendustkan seluruh rasul.
  • Jalan para Shiddiqin, orang-orang yang kuat keimanannya
  • Jalan para Syuhada (jalan orang yang gugur membela jalan Allah SWT)
  • Jalan orang-orang yang shaleh, yaitu orang-orang yang memelihara hak-hak Allah SWT

Kemudian Allah menjelaskan lagi, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengikuti jalan empat orang tadi dimurkai dan sesat karena mereka tidak mengikuti jalan yang lurus, tapi Allah lebih merinci lagi. Kalau kita kaitkan dengan sebuah hadits Rasulullah SAW tentang tanda akhir zaman. Rasulullah bersabda: Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan (sunan, bentuk tunggah dari sunnah) orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkat, sampai-sampai mereka memasuki lubang biawak pun kalian akan mengikutinya. Para sahabat bertanya: siapa mereka, apakah Yahudi dan Nasrani. Sabda Rasulullah: siapa lagi?

Para ulama sepakat bahwa jalan orang-orang yang dimurkai adalah orang-orang Yahudi dan yang sesat adalah orang-orang Nasrani. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas