Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Praktek Menyembelih Ayam di SMPN 1 Kuala Kapuas

Praktek penyembelihan ayam di SMPN 1 Kuala Kapuas
Dalam rangka memberikan pengalaman kepada para siswa tentang bagaimana menyembelih hewan secara islami, guru agama Islam SMPN 1 Kuala Kapuas meminta kepada para siswa di kelas 8 untuk membawa satu ekor ayam kampung per kelompok. Mereka diminta untuk membeli ayam tersebut dipasar, lalu membawanya ke sekolah keesokan harinya. Pada hari Senin, 14 Mei 2012 bertempat di halaman sekolah yang masih belum disemen, diadakanlah praktek penyembelihan ayam secara islami. Ada siswa yang ditugaskan untuk memegang ayam serta ada yang ditugaskan untuk menyembelih. Diharapkan dengan merasakan sendiri bagaimana menyembelih hewan secara islami, para siswa memiliki pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"