Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Berkunjung ke Graha Inti Jaya

Pohon sawit di Graha Inti Jaya 
Pada hari Jum'at, 8 Juni 2012 sore, admin berkunjung ke Perkebunan Kelapa Sawit Graha Inti Jaya yang terletak di seberang Desa Manusup, Kecamatan Mantangai.. Admin masuk dari Jalan Trans Kalimantan dekat Polres Pulang Pisau. Jarak dari jalan ke wilayah perkebunan kurang lebih 8 kilometer. Wilayah Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dipisahkan oleh saluran primer. Disepanjang jalan kelapa sawit membentang luas. Wilayahnya sekarang tidak hanya di Manusup, tetapi sudah sampai ke Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai.
Menara telepon seluler
Ketika sedang asyik menyusuri perkebunan sawit, admin dikagetkan dengan adanya menara telepon seluler. Menurut keterangan pegawai kebun, ini adalah menara Indosat yang bekerjasama dengan Telkomsel. Jadi meskipun jauh dari keramaian, sinyal telepon disini cukup kuat.

Ketika sampai di base camp Graha Inti Jaya, terasa ada kehidupan disini, ada banyak bangunan disini, mulai dari rumah general manager, sampai berbagai bangunan untuk berbagai keperluan seperti kantor, gudang, tempat parkir traktor, kantin, masjid, warung dan lain-lain. Jarak base camp ini dari Sungai Kapuas sekitar 3 kilometer.
Jamur yang tumbuh diatas limbah kelapa sawit
Dalam perjalanan pulang, admin melihat ada limbah kelapa sawit yang ditumbuhi oleh jamur. Jadi setiap pagi jamur ini tumbuh di limbah ini. Di beberapa tempat dimana limbahnya sudah diratakan, jamur yang tumbuh lebih besar lagi. Limbah kelapa sawit ini digunakan kembali sebagai pupuk.

Listrik di base camp ini menggunakan boilers yang bahan bakarnya adalah sabut kelapa sawit. Kondisi listrik di base camp ini lebih stabil dibandingkan dengan kondisi listrik di ibukota Kabupaten Pulang Pisau yang sering padam.

Berikut ini adalah liputannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas