DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Berkunjung ke Graha Inti Jaya

Pohon sawit di Graha Inti Jaya 
Pada hari Jum'at, 8 Juni 2012 sore, admin berkunjung ke Perkebunan Kelapa Sawit Graha Inti Jaya yang terletak di seberang Desa Manusup, Kecamatan Mantangai.. Admin masuk dari Jalan Trans Kalimantan dekat Polres Pulang Pisau. Jarak dari jalan ke wilayah perkebunan kurang lebih 8 kilometer. Wilayah Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dipisahkan oleh saluran primer. Disepanjang jalan kelapa sawit membentang luas. Wilayahnya sekarang tidak hanya di Manusup, tetapi sudah sampai ke Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai.
Menara telepon seluler
Ketika sedang asyik menyusuri perkebunan sawit, admin dikagetkan dengan adanya menara telepon seluler. Menurut keterangan pegawai kebun, ini adalah menara Indosat yang bekerjasama dengan Telkomsel. Jadi meskipun jauh dari keramaian, sinyal telepon disini cukup kuat.

Ketika sampai di base camp Graha Inti Jaya, terasa ada kehidupan disini, ada banyak bangunan disini, mulai dari rumah general manager, sampai berbagai bangunan untuk berbagai keperluan seperti kantor, gudang, tempat parkir traktor, kantin, masjid, warung dan lain-lain. Jarak base camp ini dari Sungai Kapuas sekitar 3 kilometer.
Jamur yang tumbuh diatas limbah kelapa sawit
Dalam perjalanan pulang, admin melihat ada limbah kelapa sawit yang ditumbuhi oleh jamur. Jadi setiap pagi jamur ini tumbuh di limbah ini. Di beberapa tempat dimana limbahnya sudah diratakan, jamur yang tumbuh lebih besar lagi. Limbah kelapa sawit ini digunakan kembali sebagai pupuk.

Listrik di base camp ini menggunakan boilers yang bahan bakarnya adalah sabut kelapa sawit. Kondisi listrik di base camp ini lebih stabil dibandingkan dengan kondisi listrik di ibukota Kabupaten Pulang Pisau yang sering padam.

Berikut ini adalah liputannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"