Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Salam Dokter Klokke Untuk Masyarakat Kalimantan Tengah

Dhr. A.H. Klokke (Courtesy of YdMia)
Pada hari Rabu, 20 Juni 2012 Informasi Kapuas dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai Dokter Klokke. Beliau berbicara dengan logat bahasa Indonesia yang agak kaku. Informasi Kapuas pernah mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal dunia. Ketika disampaikan bahwa ada berita bahwa beliau sudah meninggal dunia, beliau menjelaskan bahwa yang meninggal itu adalah istri beliau. Beliau sekarang masih tinggal di Oude Larenseweg 28, 7214PC, Epse, Netherland.

Beliau menelepon karena ada permintaan dari Informasi Kapuas untuk menterjemahkan buku beliau yang berjudul Traditional Medicine Among The Ngaju Dayak In Central Kalimantan. Ketika Informasi Kapuas meminta beliau untuk menjadi kontributor, beliau menyarankan agar menghubungi Bapak Marko Maher di Palangka Raya yang menjadi rekan dalam menulis pengalaman beliau selama di Kalimantan Tengah. Sebelum mengakhiri pembicaraan beliau menitipkan salam untuk teman-teman di Kalimantan Tengah.

Pada hari Kamis, 21 Juni 2012 Informasi Kapuas menerima email dari beliau yang mengijinkan penerjemahan buku beliau tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Ada hal yang membuat Informasi Kapuas merasa malu ketika menerima email itu adalah email itu ditulis dalam bahasa Dayak Ngaju. Karena kosa kata yang Informasi Kapuas miliki sangat sedikit, terpaksa membalasnya dengan Bahasa Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini