BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Salam Dokter Klokke Untuk Masyarakat Kalimantan Tengah

Dhr. A.H. Klokke (Courtesy of YdMia)
Pada hari Rabu, 20 Juni 2012 Informasi Kapuas dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai Dokter Klokke. Beliau berbicara dengan logat bahasa Indonesia yang agak kaku. Informasi Kapuas pernah mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal dunia. Ketika disampaikan bahwa ada berita bahwa beliau sudah meninggal dunia, beliau menjelaskan bahwa yang meninggal itu adalah istri beliau. Beliau sekarang masih tinggal di Oude Larenseweg 28, 7214PC, Epse, Netherland.

Beliau menelepon karena ada permintaan dari Informasi Kapuas untuk menterjemahkan buku beliau yang berjudul Traditional Medicine Among The Ngaju Dayak In Central Kalimantan. Ketika Informasi Kapuas meminta beliau untuk menjadi kontributor, beliau menyarankan agar menghubungi Bapak Marko Maher di Palangka Raya yang menjadi rekan dalam menulis pengalaman beliau selama di Kalimantan Tengah. Sebelum mengakhiri pembicaraan beliau menitipkan salam untuk teman-teman di Kalimantan Tengah.

Pada hari Kamis, 21 Juni 2012 Informasi Kapuas menerima email dari beliau yang mengijinkan penerjemahan buku beliau tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Ada hal yang membuat Informasi Kapuas merasa malu ketika menerima email itu adalah email itu ditulis dalam bahasa Dayak Ngaju. Karena kosa kata yang Informasi Kapuas miliki sangat sedikit, terpaksa membalasnya dengan Bahasa Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)