The Salahuddin Generation (Serial 2) Perang Salib Pertama: Mengapa yang Runtuh Duluan Justru Kita?

Gambar
  Dalam Episode 2, Dr. Hassan Elwan mengajukan tesis yang “menyakitkan” tetapi penting: Yerusalem tidak jatuh pertama kali karena pasukan Salib lebih kuat atau lebih banyak—melainkan karena sesuatu di internal dunia Muslim sudah runtuh terlebih dahulu. Episode ini menelusuri Perang Salib Pertama dari mobilisasi Eropa, Nicaea, Dorylaeum, Antioch, Ma‘arra, hingga pembantaian Yerusalem tahun 1099—lalu menutupnya dengan pertanyaan tajam: mengapa orang-orang yang tulus terus kalah? 1) Kekuatan Paus dan mesin mobilisasi Eropa Dr. Hassan membuka dengan menjelaskan konteks Eropa abad pertengahan: meski terpecah secara politik, ada satu figur yang sangat dominan, yakni Paus —dipandang sebagai “otoritas tertinggi” yang ditaati, bahkan oleh para penguasa. Dari sinilah Perang Salib dipantik melalui seruan Paus Urban II di Clermont: gabungan retorika agama + janji keuntungan duniawi (tanah subur, harta, “milk and honey”). Intinya: mereka tidak hanya “marah”—mereka terorganisasi . 2) ...

Adab-adab Ramadhan


)
Oleh: Guru Abdul Hamid, S.Ag

Rajab - orang membersihkan badannya.
Sya'ban - orang akan membersihkan jiwanya.
Ramadhan - orang akan membersihkan ruh-nya.

Tidak disebutkan bulan Ramadhan itu melainkan karena dia membakar salah dan dosa. Orang yang memasuki Ramadhan tapi dia tidak dihapus dosa dan kesalahannya, maka dia adalah orang yang merugi.

Agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, kita pasang niat dan kita sambut dengan suka cita. Orang suka mengucapkan Selamat Datang Ramadhan. Ya Allah sampaikan kami di bulan suci Ramadhan.

Hadits: Orang yang gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh oleh api neraka.

Allah menjanjikan pahala yang luar biasa yaitu diampuni dosanya. Kita tidak tahu apakah kita akan diampuni oleh Allah SWT. Dia tidak tahu apakah amalnya atau ibadahnya diterima atau tidak. Oleh karena itu mereka senantiasa menggiatkan amal.

Nabi mengatakan ada dosa-dosa yang dibuat oleh manusia yang diampuni dan tidak diampuni Allah. Berbuat dosa kepada Allah, bisa diampuni oleh Allah SWT. Allah bisa mengampuni semua kecuali syirik. Orang ini sebelum meninggalnya harus taubatan nasuha. Kesalahan manusia pada dirinya sendiri bisa diampuni oleh Allah SWT. Sedangkan yang ketiga bisa diampuni Allah, tetapi dia harus minta maaf dulu kepada saudaranya yang dizaliminya.

"Hari orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al-Qur'an, 2: 183)

Hendaklah kalian memperhatikan adab-adabnya diantaranya:

  1. Menjaga lisan dari berbohon dan ghibah (menggosip orang)
  2. Memperdalami sesuatu yang bukan urusannya
  3. Menjaga pandangan dan telinganya. Pandangan dari sesuatu yang tidak dihalalkan oleh Allah SWT atau ingin tahu urusan orang lain. 
  4. Jangan dibawa tidur terus
  5. Jangan terlalu banyak makan ketika berbuka puasa, sedang-sedang saja supaya engkau merasakan beratnya rasa haus dan lapar bagi saudara-saudara kita yang benar-benar kehausan dan kelaparan. 
  6. Menyegerakan berbuka
  7. Sahur diakhirkan. Bersahurlah kamu karena padanya ada berkah. Meskipun hanya seteguk air. 
Disamping itu orang yang puasa itu menjaga perutnya dari makanan yang haram atau syubhat. Yang halal dan yang haram itu jelas. Perhatikan ketika engkau berbuka puasa, jangan berbuka kecuali atas sesuatu yang halal. Jika engkau puasa dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Jangan sembarangan engkau berbuka. Dengan siapa engkau berbuka. Ditempat siapa engkau berbuka. Ini anjuran kepada kita supaya berhati-hati dengan apa engkau berbuka. 

Makanan orang shaleh, itu jadi penawar. Makanan orang pelit, jadi penyakit (pepatah). 

"Berapa banyak orang yang puasa, tapi dia cuma menyusahkan jasadnya, tapi dia membiarkan anggota tubuhnya bergelimang do'sa. Yang dia dapatkan cuma lelahnya saja. Berapa banyak orang yang brepuasa cuma  mendapatkan lapar dan dahaga. Meninggalkan ma'siat wajib bagi orang yang berpuasa dan tidak berpuasa. 

Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang kalian berpuasa, jangan berkata yang kotor, jangan berbuat fasik, jangan berbuat yang bodoh, sekalipun ada orang yang ingin membuat berkelahi, katakan aku sedang berpuasa.

Hendaklah dia membersihkan dirinya dan lemah syahwatnya, hal itu akan menjadikan terang hatinya. Itulah rahasianya puasa dan tujuannya. 

Menjauhi bersenang-senang, banyak memakan makanan yang memenuhi syahwat dan kelezatan. Supaya melatih dan menjadi pengaruh besar dalam menerangi hati, lebih-lebih lagi pada bulan suci Ramadhan. 

Orang-orang yang selama Ramadhan hanya mengeluarkan hawa nafsunya, mereka ditipu oleh syetan karena mereka dengki dengan manusia. Sehingga manusia tidak dapat berkah dalam puasanya. Sehingga puasanya tidak ada pengaruhnya, cahayanya, tidak ada tabir ghaib yang tersingkap. Tidak didapatkan kekhusyu'an kepada Allah. Tidak merasakan lezat bermunajat kepada Allah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas