Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Jama'ah Tabligh dari Madras, India di Masjid Al Manar, Basarang

Pada hari Minggu, 15 Juli 2012 ketika Informasi Kapuas mampir di Masjid Al-Manar, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas dan shalat Ashar disana, bertemu dengan Jama'ah Tabligh. Saat ini di masjid ini rombongan dari Madras, Indonesia sedang i'tikaf di masjid sampai hari Kamis, 19 Juli 2012. Setelah mendengarkan pembacaan Keutamaan Amal, Informasi Kapuas berbincang-bincang dengan Master dalam bidang mata yang menjadi salah satu anggota rombongan.

Beliau sudah terlibat dengan Jama'ah Tabligh ini sejak lulus dari SMA tahun 1968. Setelah menamatkan pendidikan Master, beliau bekerja di Saudi Arabia. Selama berada di Saudi Arabia kegiatan Jama'ah Tabligh tidak bisa dilakukan secara terbuka karena dilarang oleh Pemerintah Saudi Arabia. Tetapi setelah Hasan Ali Nadwi menemui Raja Faisal, akhirnya beliau mengijinkan Jama'ah Tabligh di Saudi Arabia karena gerakan ini tidak terlibat dalam politik.

Dalam rombongan ini ada pimpinan Pondok Pesantren di Banjarmasin, Bapak Abdul Aziz dan seorang hafiz Qur'an. Sore hari menjelang Maghrib mereka mengajak masyarakat di sekitar masjid untuk menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rombongan dari Madras ini akan kembali ke India pada pertengahan Ramadhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas