Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Penyemprotan dan Survei Malariometrik di Timpah

Bapak Adi Purnomo (Dinas Kesehatan) sedang melatih penyemprot
Mengingat tingginya angka kesakitan akibat penyakit Malaria di Kecamatan Timpah, pada hari Rabu, 4 Juli 2012 tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melatih petugas puskesmas dan masyarakat untuk melakukan Indoor Residual Spray (IRS) yaitu kegiatan menyemprot bagian dalam rumah dengan insektisida untuk membunuh nyamuk yang menularkan Malaria. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Timpah.
Survei malariometrik pada anak-anak di Pustu Lungkuh Layang
Selain itu juga dilakukan kegiatan survei malariometrik yaitu kegiatan untuk mengetahui angka kesakitan dan tingkat endemisitas malaria di suatu daerah dengan mengukur angka limpa dan angka parasit. Kegiatan ini dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Timpah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)