Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Pertemuan Jejaring Internal Malaria Rumah Sakit

Dalam rangka mempercepat pencapaian program eliminasi Malaria di Kalimantan Tengah pada tahun 2018, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah berinisiatif untuk mulai melakukan gerakan pelibatan berbagai sektor terkait untuk mensukseskan target ini. Selama ini perhatian terhadap masalah Malaria ditumpukan pada puskesmas dan jejaringnya. Sekarang rumah sakit dilibatkan lebih erat mengingat cukup banyak kasus yang ditangani oleh rumah sakit. Sebagai tindaklanjutnya dilaksanakanlah Pertemuan Jejaring Internal Malaria Rumah Sakit yang diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Juli 2012 di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Kuala Kapuas.

Tim yang datang dari provinsi terdiri dari Sinsigus, M.Kes (Kasie P2 Dinkes Provinsi), Rita, SKM, M.Si (Project Office Global Fund Malaria) dan Agus (Labkesda Provinsi). Sedangkan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas adalah Rasita Usman, SKM (Kabid Penanganan Masalah Kesehatan), dr. Tri Setyautami, MPHM (Kasie Bimdal P2), Anih, SKM, Rina,  dan Hendra Maulana, A.Md.Kep.

Presentasi diberikan oleh Bapak Sinsigus, Ibu Rita, Ibu Tri dan dr. Agus Nurohman, Sp.PD. Setelah presentasi dilakukan tanya jawab untuk membicarakan penanganan Malaria di rumah sakit. Dari diskusi ini disimpulkan tentang perlunya perbaikan perencanaan obat-obatan, pemantauan kualitas pelayanan laboratorium sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan malaria, serta diperlukan adanya kerjasama yang baik antara dokter praktek swasta, puskesmas dan rumah sakit serta dinas kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan