Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

On the Job Training TBC dan Malaria di RSUD

Ibu Vivit (paling kanan) sedang memberikan pengarahan
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas meminta bantuan kepada pihak Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan On the Job Training (OJT). Petugas Labkes Provinsi yang dikirim adalah Ibu Vivit. Beliau membimbing para petugas laboratorium rumah sakit dalam melakukan aktivitas pemeriksaan terhadap sampel kuman TBC dan parasit Malaria. Kegiatan ini dilaksakan selama 3 hari (Senin - Rabu, 27-29 Agustus 2012) di ruangan Laboratorium RSUD yang baru saja diperbaiki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas