Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal
Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...
Assalamualaikum bang. .:)
BalasHapusperkenalkan lun bakri, blogger dri desa seberang (panamas). . Hehe mohon do'a x bang lah, ,insya Allah lun sabtu dan minggu nih lun dan Ber 4 dgan kwan2 lun org kapuas pngen ikut acra pelathan etika jdi blogger di bjm, ,dan selajur kopdar blogger banua. .Do'a kan moga kami selamat smpai tujuan, dan pulang membwa ilmu yg berguna. .:)