Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tabligh Akbar Arifin Ilham di Masjid Agung Al Mukarram

Pada hari Kamis, 7 September 2012 bertempat di Masjid Agung Al-Mukarram, Kuala Kapuas diselenggarakan kegiatan Tabligh Akbar dan Halal Bihalal Ulama, Umaro dan Masyarakat Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diisi dengan ceramah agama dan zikir bersama. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa kita harus menjaga shalat malam, shalat berjama'ah lima waktu di masjid, dan menjaga shalat dhuha.

Malam Jum'at tersebut para jama'ah diajak untuk berdo'a kepada Allah SWT dengan menggunakan asma'ul husna. Pada beberapa asma'ul husna beliau berdo'a sesuai dengan nama yang disebut itu.

Berikut ini adalah rekamannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"