Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Waspadai Peningkatan Kasus Diare

Seorang ibu menggendong bayi berumur 1 bulan, bersama dengan keluarganya berobat ke praktek dokter. Ketika diperiksa oleh sang dokter, rupanya bayi ini menderita mencret sejak tiga hari yang lalu. Sudah berobat ke bidan dan sudah dikasih obat, namun mereka ingin memastikan kondisi bayinya ke dokter. Bayi ini menderita diare dengan kekurangan cairan yang ringan.

Kepada sang ibu diberikan nasehat agar tetap mengusahakan agar anak tetap diberikan cairan yang diperlukannya dengan menjaga agar alat-alat yang digunakan untuk pemberian susu botol betul-betul diperhatikan kebersihannya. Selain itu sang ibu juga diberikan nasehat tentang tanda-tanda bahaya yang mengharuskan sang bayi untuk dibawa ke rumah sakit.

Ada beberapa upaya pencegahan yang disarankan oleh World Health Organization (WHO) dalam menghadapi diare yaitu:
  1. Vaksinasi campak
  2. Promosi ASI eksklusif dan suplementasi vitamin A
  3. Promosi mencuci tangan dengan sabun
  4. Perbaikan kuantitas dan kualitas suplai air, termasuk penanganan dan penyimpanan air yang aman di rumah tangga
  5. Promosi kebersihan lingkungan ditengah masyarakat
Pada musim kemarau seperti ini, diare banyak memakan korban. Diharapkan upaya pencegahan yang dilakukan dapat membantu mengurangi angka kematian bayi akibat diare.

Berikut ini buku dari WHO tentang diare:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"