The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

LANGGAR DARUL KHAIR MENYEMBELIH HEWAN KORBAN

Yang menyembelihan hewan korban (sapi) tentunya bukan langgar DK, tetapi Bpk Guru Zainudin, tapi pelaksana/panitia korban adalah jama'ah Langgar Darul Khair. Pada tahun ini Langgar DK cuma menyembelih 1 (satu) sapi saja, dimana kupon yang dibagikan sebanyak 160 lembar.

Pelaksanaan jatuh pada hari ini Sabtu tanggal 11 Zulhidjah 1433 bertepatan tanggal 27 Oktober 2012. Satu hari sebelumnya Langgar DK juga melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah.

Hewan Korban yang telah disembelih

Pembagian Daging Korban

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas