Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

LANGGAR DARUL KHAIR MENYEMBELIH HEWAN KORBAN

Yang menyembelihan hewan korban (sapi) tentunya bukan langgar DK, tetapi Bpk Guru Zainudin, tapi pelaksana/panitia korban adalah jama'ah Langgar Darul Khair. Pada tahun ini Langgar DK cuma menyembelih 1 (satu) sapi saja, dimana kupon yang dibagikan sebanyak 160 lembar.

Pelaksanaan jatuh pada hari ini Sabtu tanggal 11 Zulhidjah 1433 bertepatan tanggal 27 Oktober 2012. Satu hari sebelumnya Langgar DK juga melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah.

Hewan Korban yang telah disembelih

Pembagian Daging Korban

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"