Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Majelis Ta'lim Nailatul Mubarak Al-Madani

Gedung Majelis Ta'lim Nailatul Mubarak Al-Madani
Majelis Ta'lim Nailatul Mubarak Al-Madani digunakan perdana pada hari Jum'at, 28 September 2012 dengan pengisi K.H. Asmuni (Guru Danau). Majelis ini secara rutin akan diisi oleh Guru Abdul Muthalib, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas. Majelis ini berlangsung setiap hari Jum'at, dimulai pukul 13.00 WIB. Majelis ini terletak di Jl. Cilik Riwut RT XII, Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"