Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Paviliun, Ambulance dan Taman

Tarian pembuka peresmian paviliun
Tari Manampalas Dahian Pala mengawali kegiatan peresmian Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Oktober 2012 di halaman paviliun yang akan diresmikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas beserta Forkompida, Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek beserta rombongan, para kepala bank di lingkungan Kuala Kapuas, kepala-kepala SKPD dan pihak rumah sakit.
Ambulance sumbangan PT. Jamsostek
Selain peresmian paviliun, kegiatan ini disertai dengan penyerahan bantuan Ambulance dari PT. Jamsostek kepada rumah sakit. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek kepada Bupati Kapuas, kemudian dari Bupati kepada direktur rumah sakit. Selain itu PT. Jamsostek juga memberikan bantuan kepada fakir miskin, masjid dan gereja.
Tempat duduk di taman sumbangan Bank Mandiri
Bupati juga menerima penyerahan secara simbolis taman yang dibangun di ruang PONEK dan disekitar Gazebo, dan kursi taman dari Bank Mandiri Cabang Kapuas yang diserahkan langsung oleh pimpinan cabangnya.

Setelah pengguntingan pita, dilakukan peninjauan terhadap bangunan paviliun tersebut. Bupati dalam sambutannya berjanji untuk mengupayakan dana penyelesaian paviliun ini pada tahun 2013. Beliau juga berharap agar rumah sakit dapat ditingkatkan kelasnya menjadi rumah sakit kelas B. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)