Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Paviliun, Ambulance dan Taman

Tarian pembuka peresmian paviliun
Tari Manampalas Dahian Pala mengawali kegiatan peresmian Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Oktober 2012 di halaman paviliun yang akan diresmikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas beserta Forkompida, Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek beserta rombongan, para kepala bank di lingkungan Kuala Kapuas, kepala-kepala SKPD dan pihak rumah sakit.
Ambulance sumbangan PT. Jamsostek
Selain peresmian paviliun, kegiatan ini disertai dengan penyerahan bantuan Ambulance dari PT. Jamsostek kepada rumah sakit. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek kepada Bupati Kapuas, kemudian dari Bupati kepada direktur rumah sakit. Selain itu PT. Jamsostek juga memberikan bantuan kepada fakir miskin, masjid dan gereja.
Tempat duduk di taman sumbangan Bank Mandiri
Bupati juga menerima penyerahan secara simbolis taman yang dibangun di ruang PONEK dan disekitar Gazebo, dan kursi taman dari Bank Mandiri Cabang Kapuas yang diserahkan langsung oleh pimpinan cabangnya.

Setelah pengguntingan pita, dilakukan peninjauan terhadap bangunan paviliun tersebut. Bupati dalam sambutannya berjanji untuk mengupayakan dana penyelesaian paviliun ini pada tahun 2013. Beliau juga berharap agar rumah sakit dapat ditingkatkan kelasnya menjadi rumah sakit kelas B. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"