Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluh Agama Islam di Rumah Sakit

Terhitung tanggal 1 Oktober 2012 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Drs. H. Masrawan, M.Ag sudah menugaskan dua orang staf-nya sebagai Penyuluh Agama Islam di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Mereka berdua adalah:
  • Drs. Qamaruddin
  • Abdul Hamid, S.Ag
Mereka akan menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam secara rutin di rumah sakit dan pada saat-saat dibutuhkan. Kegiatan penyuluhan agama Islam di rumah sakit dikoordinir oleh Bapak M. Saleh. Masyarakat yang memerlukan bimbingan rohani selama menjalani perawatan di rumah sakit dapat menghubungi para penyuluh ini melalui ruang perawatan masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"