Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Tulisan Tentang Kapuas Dimuat Di Jurnal Internasional

Proper hand washing practices among elementary school students in Selat sub-district, Indonesia

Artikel diatas ditulis oleh dr. Tri Setyautami, MPHM saat menempuh pendidikan di ASEAN Institute for Health Development, Mahidol University, Thailand. Tulisan yang dimuat dalam Journal of Public Health Development memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  • Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, promosi kesehatan tentang mencuci tangan yang benar harus dimotori oleh guru-guru bersama dengan dan disupervisi oleh petugas kesehatan, dalam rangka meyakinkan murid bahwa kebiasaan baik ini mudah dilaksanakan dan memiliki dampak yang baik. Kebiasaan ini dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai ide kreatif untuk promosi kesehatan di sekolah seperti pengingat, pesan-pesan dan motivator untuk cuci tangan yang benar diberbagai tempat di sekolah.
  • Fasilitas yang berhubungan dengan cuci tangan yang benar seperti air bersih, sabun dan wastafel harus tersedia pada tempat-tempat tertentu di sekolah seperti di dalam kelas, kantin dan toilet, untuk memberdayakan dan mendorong siswa untuk mencuci tangan mereka secara benar pada setiap waktu, sehingga mudah bagi para guru untuk bertindak sebagai teladan dalam mempromosikan cuci tangan yang benar di sekolah.
  • Temuan ini dapat digunakan sebagai informasi dasar bagi Kampanye Cuci Tangan Global di Kabupaten Kapuas oleh pemerintah, petugas kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam rangka mendorong masyarakat untuk mencuci tangan mereka secara benar di rumah, di sekolah dan masyarakat dengan memanfaatkan anak-anak sekolah sebagai katalis untuk perubahan perilaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)