Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Masih Banyak Yang Bakar Sampah

Siluet pembakaran sampah organik
Siluet diatas diambil di tempat pembuangan sampah yang terletak di muara Jalan Jawa dengan Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas. Menariknya pembakaran ini Informasi Kapuas saksikan saat para petugas kebersihan sedang mengambil sampah disana. Sampah yang dibakar adalah batang pohon yang dibuang ke tempat sampah.
Bakar sampah di tempat pembuangan sampah
Ketika hari sudah agak terang, Informasi Kapuas juga menyaksikan sampah yang dibakar di tempat pembuangan sampah di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas. Menurut keterangan dari tim Adipura Kabupaten Kapuas, pembakaran sampah ini akan mengurangi penilaian Adipura. Hal ini mungkin menjadi salah satu penyebab Kabupaten Kapuas belum berhasil meraih Piala Adipura. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"