The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Musim Hujan Membawa Berkah

Tempat Cuci Motor di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Barimba 
Diantara warga masyarakat yang sangat menyukuri datangnya musim hujan adalah para pencuci motor di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir. Lokasi tempat cuci motor ini cukup strategis yaitu di dekat pintu gerbang Kota Kuala Kapuas. Bagi masyarakat yang ingin memasuki kota Kuala Kapuas dengan motor yang bersih setelah melalui jalan yang becek, baik dari handil atau akibat jalan yang basah, mereka bisa melaukannya ditempat ini.

Mengingat banyaknya orang yang mencuci motor ditempat yang kecil ini, satu motor langsung dikerubuti beberapa orang, jadi hanya dalam waktu beberapa menit saja, motor sudah bersih. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas