Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Melakukan Ziah ke Makan itu bagus dan sesuai apa yang telah diperbolehkan Oleh Nabi Muhammad SAW, karena dengan melakukan Ziarah kubur, setidaknya mengingatkan para pejabat kita bahwa iapun suatu saat nanti akan dikubur alian mati juga, dengan demikian maka setiap orang akanberusaha berbuat yang terbaik, kelak kita berharap bisa masuk surga, Amin Yarab..............
BalasHapus