The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas 2013-2018

Pada hari Kamis, 25 April 2013 bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang melantik Bupati dan Wakil Bupati Kapuas.

Pelantikan ini diikuti oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Kapuas baik yang berasal dari hulu maupun dari hilir. Baik dari kalangan aparat pemerintah maupun swasta. Dari pihak keluarga maupun tim sukses.

Dalam sambutannya Gubernur Kalteng mengharapkan agar Ben-JIrin dapat menyatukan kembali masyarakat Kapuas yang sempat terpecah pada Pemilukada yang lalu. Diharapkan pimpinan yang baru ini dapat mengayomi seluruh masarakat Kapuas tanpa membedakan agama dan suku.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas